Pangdam Jaya Mayjen TNI Deddy Suryadi dan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri ikut langsung kerja bakti massal “Jaga Jakarta Bersih” di Kelurahan Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada 8 Februari 2026. Kegiatan serentak ini tindaklanjuti arahan Presiden Prabowo, libatkan 5.581 personel gabungan TNI-Polri-Pemda-masyarakat bersihkan saluran air, jalan lingkungan, dan fasilitas umum di Jabodetabek.
Skala Operasi
Kapolda sebut 1.150 personel fokus Waduk Cincin Tanjung Priok, 4.431 lainnya tersebar Jakarta Pusat-Timur-Selatan plus Depok-Tangerang-Bekasi—total bersihkan sampah antisipasi banjir musiman. Pangdam dan Kapolda turun tangan angkut sampah, pastikan sinergi Forkopimda berjalan lancar meski hujan deras. Jawa11 jadi model koordinasi lintas institusi, tapi kritikus tanya: apakah aksi seremonial elite ini solusi riil atau pencitraan tahunan tutupi kegagalan drainase permanen?
Tujuan Strategis
Asep Edi tekankan agenda rutin minimalkan bencana, jaga kesehatan publik—Pramono Anung sebut 171 ribu peserta total Jakarta, lengkapi bantuan JK via PMI (cangkul-sekop-gerobak). Kritik tajam: partisipasi petinggi bagus simbolis, tapi tanpa sanksi warga buang sembarangan atau audit tonase sampah, siklus banjir ulang tiap musim hujan.
Sinergi Lintas Sektor
Deddy Suryadi puji kolaborasi TNI-Polri-warga, tapi tantangan urbanisasi padat Jakarta butuh infrastruktur jangka panjang bukan kerja bakti sporadis. Pengamat desak metrik sukses konkret: berapa persen saluran lancar pasca-aksi?
Prospek Rutinitas
Kapolda janji jadikan agenda mingguan, tapi keberlanjutan bergantung partisipasi masyarakat—atau risiko jadi ritual politik belaka.
Untuk isu kebersihan urban global, cek CNN. Kembali ke Beranda.