Kantor Dalai Lama mengeluarkan pernyataan resmi pada 8 Februari 2026, menyangkal tegas segala hubungan dengan Jeffrey Epstein meski namanya muncul ratusan kali di berkas pengadilan AS yang dirilis Departemen Kehakiman AS pada 2 Februari. Pernyataan itu tegaskan “Yang Teramat Mulia tidak pernah bertemu, berbicara, atau menerima dana dari Epstein,” merespons rumor media sosial yang coba kaitkan pemimpin spiritual Tibet itu dengan pelaku kejahatan seksual tersebut.
Asal Kontroversi Berkas
Dokumen tak tersunting sebut nama Dalai Lama hingga 169 kali, termasuk email 2012 soal potensi pertemuan atau acara bareng Epstein, plus indeks buku “Massage for Dummies” di lampiran kasus. Jawa11 soroti preemptive denial ini cerdas cegah hoaks, tapi kritis: kenapa nama muncul sebanyak itu tanpa bukti konkret—apakah hanya mention sekunder oleh pengikut atau pihak ketiga, atau sinyal jaringan pengaruh Epstein lebih dalam yang belum terungkap penuh?
Respons Strategis Kantor Dalai Lama
Pernyataan di X tekankan tak ada otorisasi interaksi atas nama Dalai Lama, lawan narasi media yang sorot email dan “black book” Epstein. Pengamat bilang langkah ini tepat jaga reputasi global, tapi tanya transparansi: apakah audit internal donor dan kontak 2012-2013 dilakukan, atau cukup bantahan verbal tanpa bukti forensik independen? Kasus Epstein ungkap elite dunia, tapi guilt by association via nama doang rentan manipulasi.
Dampak Reputasi Spiritual
Kontroversi ini uji kredibilitas Dalai Lama di tengah pengasingan politiknya dari China, di mana propaganda musuh sering manfaatkan isu barat. Kritikus desak DOJ rilis konteks lengkap mention itu—apakah sekadar daftar tamu event amal atau indikasi lebih serius—tanpa itu, bantahan Dalai Lama efektif tapi publik tetap skeptis soal “follower” yang mungkin fasilitasi link tak langsung.
Pelajaran Kasus Epstein Berkelanjutan
Skandal ini ingatkan: nama di berkas bukan bukti kriminal, tapi dorong transparansi elite spiritual/politik. Tanpa investigasi lanjutan, rumor seperti ini erosi kepercayaan publik secara permanen.